Rekomendasi Tempat Makan Makassar (4)

Setelah puas menjejali perut kami dengan bermacam makanan setempat di hari pertama, rencana perjalanan di hari kedua kami sedikit lebih bermartabat. (sedikit karena ujung-ujungnya makan juga). Diawali dengan mengunjungi beberapa situs menarik disekitar Makassar. Tadinya kami mau coba ke beberapa pulau terdekat, seperti Kodingareng Keke atau Samalona yang berjarak sekitar 1 jam dengan speedboat dari Makassar, tetapi akhirnya kami memutuskan untuk mengarah ke Maros untuk mengunjungi Taman Nasional Bantimurung dan Taman Purbakala Leang-Leang. Dengan mobil, perjalanan  membutuhkan sekitar 2 sampai 3 jam, tergantung kemacetan di perjalanan. Untuk cerita lengkap tentang perjalanan ke dua tempat tersebut, bisa dilihat di sini.

Sekembalinya dari Maros, sudah waktunya makan siang dan tentu kami sudah menyiapkan daftar tempat makan yang dikunjungi lagi. hehe. Untuk tujuan pertama, awalnya kami mengincar Mie Irian (yang ada di Jl. Irian), tetapi mereka ternyata tutup di hari Minggu. Jadi kami berputar-putar di Jalan pulau-pulau dan menemukan rekomendasi selanjutnya:

1.  Mie Sulawesi di Jl. Sulawesi





Siang itu, hanya kami pengunjung yang ada di restoran ini. Tempatnya cukup leluasa, dengan beberapa meja bulat dan beberapa meja yang lebih kecil. Sepertinya restoran ini dikelola oleh keluarga turun temurun ya, karena saya melihat ada beberapa generasi dibelakang kasir bahu membahu :) Untuk makananya, seperti ini penampakan mi ayam pangsit yang kami pesan:


Mi Ayam Pangsit Sulawesi Rp. 25.000 (Besar)



Untuk mi pangsit, ukuran yang disediakan cukup beragam; kecil, besar, jumbo dan spesial. Seporsi mi pangsit ayam disajikan dengan potongan ayam merah, pangsit ayam rebus, pangsit goreng, semangkuk kuah dan sepiring kecil sambal oranye. Jangan lupa membubuhkan bawang putih goreng yang disediakan di meja makan.

Karena saya bukan pemakan mi ayam babi, pengalaman saya dengan mi ayam tidaklah terlalu beragam. Karena katanya, kalau sudah makan mi babi, tidak akan bisa menikmati mi non-babi. hehehe Untuk saya pemakan makanan halal pilihannya ya terbatas pada mi ayam abang-abang, mi ayam bangka (halal), atau mi ayam restoran pada umumnya yang rasanya pasti akan 'biasa aja'.

Karena itu, suguhan mi sulawesi cukup luar biasa buat saya. Mi-nya kenyal, ayamnya legit, pangsit gorengnya tidak terlalu spesial tapi sambal oranye yang asam pedas sungguh aduhay. Teman saya, Pade, sampai beli sebotol untuk dibawa pulang. Lalu entah kenapa tidak lebih banyak restoran mi (atau restoran apapun) menyajikan bawang putih goreng sih? Oiya untuk mi-nya, restoran ini juga menyediakan pilihan misoa, yaitu mi yang lebih kecil diameternya. Seperti ini tampilannya:

Misoa Pangsit Ayam, Rp. 28,000 (Besar) 

 Harganya relatif murah, terlebih karena banyaknya pilihan ukuran sehingga semua orang dengan kapasitas perut bisa terlayani. Selain mi, misoa, dan bihun pangsit ayam, restoran ini juga menyediakan bubur, nasi hainan, roti bakar kaya, sampai indomi dan telur rebus setengah matang. Selain makan siang, tempat ini nampaknya pas juga untuk sarapan karena kopi yang disajikan cukup memuaskan buat saya.

Menu Makanan & Minuman Mie Sulawesi

Kalau ada yang berminat, restoran ini juga menjual berbagai nomer hoki berharga selangit :P




2. Kios La Galigo, Jl. Arief Ratte


Kalau tidak salah, kios (lebih tepat disebut  ini punya beberapa lokasi, tapi kami memutuskan untuk datangi yang di Jl. Arief Ratte karena paling dekat dari lokasi kami saat itu (seingat saya kala itu kami datang dari arah sebuah Mal di Makassar karena saya perlu cari pengganti filter kamera yang rusak malam sebelumnya).

Kafe yang satu ini adalah rekomendasi dari kawan kami, Enggar, yang sudah beberapa tahun ini tinggal di Makassar. Kami memang cari tempat makan dimana kami bisa ngadem sambil 'mimik-mimik & ngemil cantik', kalau bahasa teman kami Jessica.

Tempatnya unik, dengan meja-bangku kayu dan berbagai dekorasi di dinding, cocok untuk bersantap ataupun ngopi sore. Bahkan, karena melihat menu yang menyediakan berbagai hidangan menggugah selera, rencana ngemil kami pun buyar. Sebenernya saya dengar makanan yang direkomendasikan disini adalah mi ayam-nya, tetapi karena kami sudah makan mi sulawesi, pilihan untuk makanan besar keroyokan jatuh pada nasi goreng merah:

Nasi Goreng Merah Kafe La Galigo

Nasi goreng merah-nya enak dan berbutir-butir (maksudnya, tidak lembek), tetapi ayam gorengnya seperti digoreng terlalu lama sehingga sedikit terlalu keras. Disajikan dengan kerupuk dan acar (wajib nih).

 Selain makanan pokok, yang juga menarik untuk dipesan adalah berbagai macam minuman atau es-nya:
Es Sarang Burung, Kafe La Galigo Rp. 21.000

Es La Galigo, Rp. 21.000

Harga rata-rata untuk makanan & minuman: Rp. 10.000 (cemilan) 25.000 (makanan),  Rp. 21.000 (minuman & dessert seperti di atas)


Comments

Popular Posts