Wednesday, June 15, 2016

[RESEP] Eclair! (Bahan dasar Choux Pastry)



Sudah pernah nyobain eclair? Kalau pernah makan yang namanya kue sus, berarti kamu pernah makan (sejenis) eclair. Eclair, secara definisi adalah kue sus atau choux yang dibentuk memanjang, dilapisi gula atau coklat leleh, lalu diisi berbagai macam isian.

Di Indonesia sendiri, kue sus lumayan juga pamornya. Dari yang otentik di patisserie mentereng hingga versi sederhana di pasar tradisional. Perbedaannya utamanya tentu pada bahan-bahan yang digunakan.

Wednesday, June 8, 2016

[REVIEW] Kabur Liburan Akhir Pekan ke Sheraton Bandung!

Dua pekan lalu, saya dan suami berkesempatan untuk 'berlibur' singkat di Bandung atas undangan Sheraton Hotel & Towers Bandung. Pakai tanda petik karena ini sebenarnya dalam rangka nulis artikel, tapi karena suami diperbolehkan ngintil jadilah plesiran singkat padat.

Untuk menghindari macet, kami memutuskan untuk berangkat jumat larut malam (sekitar jam 22.00) dan tentu tol dalam kota masih padat dat. Tapi setelah melewati Bekasi, jalanan relatif lancar, sehingga Jakarta Bandung dapat kami tempuh dalam waktu 3 jam saja. Lumayan lah gak jelek-jelek amat. walau jujur medannya agak ngeri kalau malam, mengingat banyaknya truk-truk besar, mobil travel yang nyetirnya lumayan beringas, terutama di tol Padaleunyi yang agak-agak bikin deg-degan.

Sampai di hotel sekitar tengah malam. Setelah cek in, kami diantar ke salah satu Towers Room (area towers adalah tambahan paling belakangan hotel ini). Alangkah senangnya melihat kamar kami, begitu lapang, dengan balkon yang bisa dipakai untuk ngopi, ngelamun menghadap pemandangan dan kebun hotel.


Oiya, kalau Anda menginap di bagian towers ini, Anda juga akan mendapatkan akses gratis ke Towers Lounge yang menyediakan cemilan dan minuman untuk dinikmati sembari menikmati pemandangan  ke kebun dan serta bukit dago yang cantik.



[REVIEW] Smarty Fancy Italian at Scusa, Intercontinental Hotel Jakarta

I, on behalf of the website I work for, was recently invited to a very pleasant lunch at Intercontinental Jakarta's Scusa, which was apparently revamping its menu with the recent arrival of their new chef, Gianluca Visciglia.

Despite Scusa's reputation as one of the best Italian fine dining place in Jakarta, this was my first visit to the restaurant, because as much as I love food, it's a rarity for me to be able to justify very expensive food. But I do like to and feel the need to explore the entire gamut of food experience, in all price range!

To Scusa's defense, I have heard that the restaurant is one of the firsts (a senior Journalist said that at one point you could not get any fancier than Scusa) fine dining restaurants in the city, and now, compared to other Italian restaurants like Rosso or Casa D'oro, Scusa has the least extravagant price tag.

There are a number of highlights on the new menu that were presented that day, but for the first course, we were presented with a platter of three appetizers which includes Vitello Tonnato, a Piedmontese dish of cold, sliced veal covered.

Below: Vitello Tonnato a Modo Mio, thinly sliced slow cooked veal loin served with tonnato sauce, lemon jelly, capers and polenta croutons,



[REVIEW] Lezatnya Ayam Goreng 'Jumbo' Mbah Cemplung

Jangan tertukar, ada Ayam Goreng Mbah Cemplung, ada lagi Ingkung mbah cempluk. Dua duanya sama legendarisnya, tapi namanya sungguh mudah bikin keseleo. Keduanya sama-sama menjual hidangan ayam kampung, sama-sama berlokasi di Bantul, dan sama-sama menempati warung makan yang cukup sederhana.

Untuk membedakan, yang dinamakan Ingkung itu adalah ayam kampung yang dimasak lama dengan santan, kurang lebih mirip seperti opor tapi minus kuah membanjir, dan hanya tersisa sedikit kuah kental. Kalau ayam goreng, nggak perlu dijelaskan dong? hehehe. Nah, kalau ngaku penggemar Ayam Goreng, wajib nyoba yang satu ini.


Sumber foto: Kompas.com

Nah yang saya datangi waktu saya terakhir berkunjung ke Yogyakarta adalah si Ayam Goreng Mbah Cemplung yang berlokasi di Kasongan, Bantul, Saat itu saya datang di hari Minggu jam makan siang, restoran cukup ramai dengan pengunjung bermobil. Walaupun menempati bangunan sederhana, area restoran cukup bersih dan terawat.

Karena sudah kadung lapar, kami langsung memesan ayam goreng untuk satu keluarga saya, tentu plus sambal, lalap dan nasi. Lauk pelengkap seperti botok yang dijajakan di dekat dapur pun tak luput dari mata kami. Selain murah (kalau nggak salah, masing-masing cuma Rp. 3000), rasanya pun enak, apalagi kalau dipadu dengan nasi hangat. Loh kok jadi ngomongin botok, ini?

Tak lama kemudian Ayam Goreng kami datang;



Sunday, May 8, 2016

[REVIEW] The Holy Crab, Senopati

Sudah lama pengen coba karena nama dan tampak luarnya yang unik, akhirnya mendarat juga saya di Holy Crab di daerah Senopati yang kian hari kian trendi.

Restoran ini, kalau nggak salah sih, adalah salah satu pelopor yang mempopulerkan cara makan seafood ala 'louisiana boil'; yaitu cara makan rebusan bermacam hewan laut langsung dari meja yang sudah dilapisi kertas minyak; pokoknya langsung habek! tanpa piring, tanpa sendok, hanya dengan pemecah seafood, dan beberapa alat pencungkil khusus untuk kepiting. Di daerah asalnya, cara makan seperti ini dilakukan sesekali setelah panen besar sekembalinya nelayan dari laut. 

Siang itu, saya dan dua teman saya memesan beberapa porsi kepiting lokal (mud crab), kerang, udang, dan king crab legs (impor) dengan jagung rebus dan sosis sebagai pendamping, plus nasi (yang ini agak berlebihan sih..karena porsinya lumayan banyak ternyata). 


Sunday, April 24, 2016

[RESEP] Apple Pie Filling (Selai Apel)


Sebenernya saya agak bingung mau menyebut resep yang satu ini; selai apel? apple pie filling? saus apel? Pertama saya bikin adalah untuk dimakan bareng poffertjes, tapi ujung-ujungnya saya jadikan selai untuk roti, campuran untuk oat rendaman (overnight oat), topping cupcake, campuran adonan cake, atau malah dimakan begitu saja. 

Untuk pai apel, saya malah belum pernah coba karena lebih memilih memakai apel segar langsung di atas adonan, tapi rasanya sih bakal oke-oke saja, terutama kalau memang mau isi pai yang lebih lembut.  Cara membuatnya luaaar biasa gampang dan yang paling saya suka, bisa disimpan berhari-hari asal ditaruh di toples yang steril dan disimpan di dalam kulkas bertemperatur stagnan. Yuk langsung coba saja resepnya! 

Tuesday, April 19, 2016

[REVIEW] OKU Japanese Restaurant: Layers of Surprise

One of the perks of writing for a lifestyle website in Jakarta means get to be one of the firsts to try new places, and sometimes the most exclusive places too, like this one I'm about to share with you. Taking place in what used to be Casa D’Oro, Kempinski Jakarta has launched OKU as their newest addition to Jakarta’s fine dining scene. 
The captivating zen garden at the back
The name OKU itself implies the peeling back of the layers of an onion, that represents the culinary journey you will experience from one dish to the next. Helmed by Chef Kazumasa Yazawa (or Chef Kaz for short), you will not find the regular Japanese omakase dishes that you might expect in a premium Japanese restaurant.

Instead, you will find smoky organic, eggs, black fried karage, and stuff disguised as other stuff. "A modern take on Japanese dishes with traditional flair", the official statement says. Although honestly, after peeking at some of the photos I had my suspicion that this would be another rendition of the trendy off-the-beaten-plate ways of serving simple things, and making it unnecessarily extraordinary. So let's give it a try, shall we?